*berzikir,,Puasa,,jalan kaki,,olahraga lari,,membaca buku,,menulis karangan,, .... SUBHANALLAH ,, ternyata dapat menenangkan pikiran kita ... apalagi yang jenuh karna suatu hal..
--selamat mencoba-- ;D
*sejenak kita hentikan aktifitas kita...
pejamkan mata dan rasa kan ketenangan air HUJAN yang kan merrefresh pikiran kita... selamat mencoba ;D
*berhenti sejenak ....
memang benar sedikit berbicara itu lebih baik ,,, dari pada yang banyak berbicara... karna apa yang kita bicarakan baik itu yang memberikan semangat (motivator),,kesengajaan ,, tidak sadar ,, atau pernah dikatakan oleh kita kepada teman..,,
__suatu kelak nanti apa yang pernah kita bicarakan pasti akan terjadi pada diri kita....
kebesaran Allah__ jadi hati - hati lah dalam berbicara ...
---mau di coba boleh--- ;D
*berhenti sejenak ...
renungkanlah... jangan bilang dirimu tak menjadi juara ,, apa lagi mengeluh tuk menempuh hidup ini ... jenuh boleh jenuh tapi jangan terlalu jenuh.. pernahkah dirimu bersyukur tlah menjadi sang juara???? dirimu tlah mengalahkan berribu-ribu bahkan milyar dan dirimu tlah menjadi juara tuk mengalahkan sainganmu didalam RAHIM ,, dan terlahirlah sang juara...hidup adalah KOMPETISI !!! sabar,,ikhlas,,Semangat !! ;D
*hemp berhenti sejenak..
bilamana kelopak bunga mawar tlah gugur dari tangkainya janganlah kau tuk membuangnya ... tapi jadikanlah kelopak yang gugur tersebut sebagai pupuk tuk memekarkan bunga mawar yang baru lgi...
hadapi dengan senyuman ikhlas ;D
selamat mencoba ....
Daftar Blog Saya
Jumat, 24 Februari 2012
Selasa, 21 Februari 2012
Gurindam 12 Raja Ali Haji
Gurindam 12 merupakan puisi karya Raja Ali Haji, seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau. Puisi ini berisi nasehat-nasehat kehidupan dan terkemas dengan keindahan kata-kata yang luar biasa.
Ketika putri Engku Hamidah meninggal, gurindam 12 pasal pertama dan kedua ditatahkan pada marmer di dinding makamnya. Pulau Penyengat adalah pulau yang diberikan pada sang putri sebagai mas kawin.
---===---
Gurindam I
Ini gurindam pasal yang pertama
Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia melarat.
Gurindam II
Ini gurindam pasal yang kedua
Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya.
Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji.
Gurindam III
Ini gurindam pasal yang ketiga
Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.
Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat
Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.
Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima
Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam
Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,
Gurindam VII
Ini Gurindam pasal yang ketujuh
Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.
Gurindam VIII
Ini gurindam pasal yang kedelapan
Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.
Gurindam IX
Ini gurindam pasal yang kesembilan
Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.
Gurindam X
Ini gurindam pasal yang kesepuluh
Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.
Gurindam XI
Ini gurindam pasal yang kesebelas
Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.
Gurindam XII
Ini gurindam pasal yang kedua belas
Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.
Ketika putri Engku Hamidah meninggal, gurindam 12 pasal pertama dan kedua ditatahkan pada marmer di dinding makamnya. Pulau Penyengat adalah pulau yang diberikan pada sang putri sebagai mas kawin.
---===---
Gurindam I
Ini gurindam pasal yang pertama
Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama.
Barang siapa mengenal yang empat, maka ia itulah orang ma'rifat
Barang siapa mengenal Allah, suruh dan tegahnya tiada ia menyalah.
Barang siapa mengenal diri, maka telah mengenal akan Tuhan yang bahari.
Barang siapa mengenal dunia, tahulah ia barang yang terpedaya.
Barang siapa mengenal akhirat, tahulah ia dunia melarat.
Gurindam II
Ini gurindam pasal yang kedua
Barang siapa mengenal yang tersebut, tahulah ia makna takut.
Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang.
Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya.
Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat.
Barang siapa meninggalkan haji, tiadalah ia menyempurnakan janji.
Gurindam III
Ini gurindam pasal yang ketiga
Apabila terpelihara mata,
sedikitlah cita-cita.
Apabila terpelihara kuping,
khabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
nescaya dapat daripadanya faedah.
Bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan,
daripada segala berat dan ringan.
Apabila perut terlalu penuh,
keluarlah fi'il yang tiada senonoh.
Anggota tengah hendaklah ingat,
di situlah banyak orang yang hilang semangat
Hendaklah peliharakan kaki,
daripada berjalan yang membawa rugi.
Gurindam IV
Ini gurindam pasal yang keempat
Hati kerajaan di dalam tubuh,
jikalau zalim segala anggota pun roboh.
Apabila dengki sudah bertanah,
datanglah daripadanya beberapa anak panah.
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir,
di situlah banyak orang yang tergelincir.
Pekerjaan marah jangan dibela,
nanti hilang akal di kepala.
Jika sedikitpun berbuat bohong,
boleh diumpamakan mulutnya itu pekong.
Tanda orang yang amat celaka,
aib dirinya tiada ia sangka.
Bakhil jangan diberi singgah,
itupun perampok yang amat gagah.
Barang siapa yang sudah besar,
janganlah kelakuannya membuat kasar.
Barang siapa perkataan kotor,
mulutnya itu umpama ketur.
Di mana tahu salah diri,
jika tidak orang lain yang berperi.
Gurindam V
Ini gurindam pasal yang kelima
Jika hendak mengenal orang berbangsa,
lihat kepada budi dan bahasa,
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia,
sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia,
lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu,
bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal,
di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai,
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
Gurindam VI
Ini gurindam pasal yang keenam
Cahari olehmu akan sahabat,
yang boleh dijadikan obat.
Cahari olehmu akan guru,
yang boleh tahukan tiap seteru.
Cahari olehmu akan isteri,
yang boleh menyerahkan diri.
Cahari olehmu akan kawan,
pilih segala orang yang setiawan.
Cahari olehmu akan abdi,
yang ada baik sedikit budi,
Gurindam VII
Ini Gurindam pasal yang ketujuh
Apabila banyak berkata-kata,
di situlah jalan masuk dusta.
Apabila banyak berlebih-lebihan suka,
itulah tanda hampir duka.
Apabila kita kurang siasat,
itulah tanda pekerjaan hendak sesat.
Apabila anak tidak dilatih,
jika besar bapanya letih.
Apabila banyak mencela orang,
itulah tanda dirinya kurang.
Apabila orang yang banyak tidur,
sia-sia sahajalah umur.
Apabila mendengar akan khabar,
menerimanya itu hendaklah sabar.
Apabila menengar akan aduan,
membicarakannya itu hendaklah cemburuan.
Apabila perkataan yang lemah-lembut,
lekaslah segala orang mengikut.
Apabila perkataan yang amat kasar,
lekaslah orang sekalian gusar.
Apabila pekerjaan yang amat benar,
tidak boleh orang berbuat onar.
Gurindam VIII
Ini gurindam pasal yang kedelapan
Barang siapa khianat akan dirinya,
apalagi kepada lainnya.
Kepada dirinya ia aniaya,
orang itu jangan engkau percaya.
Lidah yang suka membenarkan dirinya,
daripada yang lain dapat kesalahannya.
Daripada memuji diri hendaklah sabar,
biar pada orang datangnya khabar.
Orang yang suka menampakkan jasa,
setengah daripada syirik mengaku kuasa.
Kejahatan diri sembunyikan,
kebaikan diri diamkan.
Keaiban orang jangan dibuka,
keaiban diri hendaklah sangka.
Gurindam IX
Ini gurindam pasal yang kesembilan
Tahu pekerjaan tak baik,
tetapi dikerjakan,
bukannya manusia yaituiah syaitan.
Kejahatan seorang perempuan tua,
itulah iblis punya penggawa.
Kepada segaia hamba-hamba raja,
di situlah syaitan tempatnya manja.
Kebanyakan orang yang muda-muda,
di situlah syaitan tempat berkuda.
Perkumpulan laki-laki dengan perempuan,
di situlah syaitan punya jamuan.
Adapun orang tua yang hemat,
syaitan tak suka membuat sahabat
Jika orang muda kuat berguru,
dengan syaitan jadi berseteru.
Gurindam X
Ini gurindam pasal yang kesepuluh
Dengan bapa jangan durhaka,
supaya Allah tidak murka.
Dengan ibu hendaklah hormat,
supaya badan dapat selamat.
Dengan anak janganlah lalai,
supaya boleh naik ke tengah balai.
Dengan isteri dan gundik janganlah alpa,
supaya kemaluan jangan menerpa.
Dengan kawan hendaklah adil supaya tangannya jadi kafill.
Gurindam XI
Ini gurindam pasal yang kesebelas
Hendaklah berjasa,
kepada yang sebangsa.
Hendaklah jadi kepala,
buang perangai yang cela.
Hendaklah memegang amanat,
buanglah khianat.
Hendak marah,
dahulukan hajat.
Hendak dimulai,
jangan melalui.
Hendak ramai,
murahkan perangai.
Gurindam XII
Ini gurindam pasal yang kedua belas
Raja muafakat dengan menteri,
seperti kebun berpagarkan duri.
Betul hati kepada raja,
tanda jadi sebarang kerja.
Hukum adil atas rakyat,
tanda raja beroleh anayat.
Kasihan orang yang berilmu,
tanda rahmat atas dirimu.
Hormat akan orang yang pandai,
tanda mengenal kasa dan cindai.
Ingatkan dirinya mati,
itulah asal berbuat bakti.
Akhirat itu terlalu nyata,
kepada hati yang tidak buta.
Sabtu, 18 Februari 2012
ingin indah
ingin indah
kutinggal pagi
yang kemarin,
kusambut
semangat
terindah dipagi
ini, semoga ada pagi indah untuk
besok &
selamanya
hampa
hampa kini yang ku rasa
menangis pun ku tak mampu
hanya sisa kenangan terindah
dan kesedihanku :')
Engkau masih yang terindah
indah di dalam hatiku :)
kutinggal pagi
yang kemarin,
kusambut
semangat
terindah dipagi
ini, semoga ada pagi indah untuk
besok &
selamanya
hampa
hampa kini yang ku rasa
menangis pun ku tak mampu
hanya sisa kenangan terindah
dan kesedihanku :')
Engkau masih yang terindah
indah di dalam hatiku :)
Jumat, 17 Februari 2012
KU BAIK - BAIK DISINI
menanti suatu kabar darinya yang tlah lama ku nantikan tak kunjung jua
kutrima sepatah kata pun tuk mewakilkan kerinduanku ...
harapan esok hari adalah bisa menghapuskan kecemassan ku padanya
kerinduanku ada karna dirinyapun ada...
tak terfikir bila dia tak hadir pada diri ini....
memang begitu beratnya bila ini hanya diriku yang
merindukan yang da di hati ini ....
mungkin dengan balasan harapan kosong lah
kerinduanku bayarkan...
terasa ku ingin mengambang di danau saat itu
juga ku tak putus harapan ....
TUK MENYAPA KU BAIK - BAIK DISINI
kutrima sepatah kata pun tuk mewakilkan kerinduanku ...
harapan esok hari adalah bisa menghapuskan kecemassan ku padanya
kerinduanku ada karna dirinyapun ada...
tak terfikir bila dia tak hadir pada diri ini....
memang begitu beratnya bila ini hanya diriku yang
merindukan yang da di hati ini ....
mungkin dengan balasan harapan kosong lah
kerinduanku bayarkan...
terasa ku ingin mengambang di danau saat itu
juga ku tak putus harapan ....
TUK MENYAPA KU BAIK - BAIK DISINI
langkahku...menuntunku...
merindukanmu..
Kini tinggal sebuah cerita yang akan usang
tak ada arti tuk ku merindukannya....
walaupun hati berontak ,, tak bisa mengubah
apa yang telah terjadi...
suatu saat nanti lihatlah kelangit saat malam
yang meronakan sinar bintang ....yang tersimpan
kerinduanku yang tlah ku ukkir bersama dinginnya
malam itu....
tersenyumlah saat dirimu melihatnya ,, karena
terbayang olehku dirimu pun merindukanku...walaupun
tak pasti...
harapan sederhana yang membuatku begitu berharap
bahwa dirimu pun merindukanku...
walaupun kini harapan sederhan itu pun tak bisa
membohongi diriku lagi...karna memberikan harapan
kosong....
langkahku...menuntunku...
Kini tinggal sebuah cerita yang akan usang
tak ada arti tuk ku merindukannya....
walaupun hati berontak ,, tak bisa mengubah
apa yang telah terjadi...
suatu saat nanti lihatlah kelangit saat malam
yang meronakan sinar bintang ....yang tersimpan
kerinduanku yang tlah ku ukkir bersama dinginnya
malam itu....
tersenyumlah saat dirimu melihatnya ,, karena
terbayang olehku dirimu pun merindukanku...walaupun
tak pasti...
harapan sederhana yang membuatku begitu berharap
bahwa dirimu pun merindukanku...
walaupun kini harapan sederhan itu pun tak bisa
membohongi diriku lagi...karna memberikan harapan
kosong....
langkahku...menuntunku...
Terjadi
Penyemangat diri ini saat itu adalah bayanganmu
begitu beratnya ku lalui Tanjakan CINTA saat itu
tak da kata lain selain namamu yang ku pikirkan..
bahwa dirimu pun hadir di sampingku...
kejadian esok kitapun tak tau apa yang terjadi
bila kita mengetahui kitapun pastikan berpikir 2x
tapi kita pun tak bisa tuk menghiindar
apa yang terjadi di esok hari...
berusaha setegar apapun terkadang kita menerimanya
atau sebaliknya ...
senyumanku saat itu memberikanku positife thingking
hidup tak bisa kita tebak....
sebesar pun usaha kita tak bisa menghindar...
begitu beratnya ku lalui Tanjakan CINTA saat itu
tak da kata lain selain namamu yang ku pikirkan..
bahwa dirimu pun hadir di sampingku...
kejadian esok kitapun tak tau apa yang terjadi
bila kita mengetahui kitapun pastikan berpikir 2x
tapi kita pun tak bisa tuk menghiindar
apa yang terjadi di esok hari...
berusaha setegar apapun terkadang kita menerimanya
atau sebaliknya ...
senyumanku saat itu memberikanku positife thingking
hidup tak bisa kita tebak....
sebesar pun usaha kita tak bisa menghindar...
Sabtu, 11 Februari 2012
GALAU Part I
SEMU
Jujur ku katakana padamu
Bahwa kamu yang paling mengerti
Dan takada yang lain
Bisa menggantikan mu lagi
Berulang kali telah kucoba
Membuka hatiku untuk yang lain
Namun semua berlalu
Karena cintaku hanya untukmu
Salahkah diriku yang tak bisa
Menggantikanmu dalam hatiku
Aku tlah mencoba …. Terus kumencoba
Namun tak bisa
Cinta ini untukmu
Rasa rasanya aku telah kelirumemilih engkau sebagai kekasihku
Cintaku sayangmu semu
BUTUH WAKTU
Butuh waktu untuk melupakan kamu
Hinggaku ikhlaskan kamu
Tapi kah kah kau tau
Apa yang terjadi padaku
Setelah kau putuskanku
Ternyata…
Begitu singkat kejadian itu
Tak ada saling mengerti
Kuterima..
Keputusanmu
Bukanku yang inginkan
ONE NINE NINE ONE(1991)
Satu akal Sembilan rasa
Owh…owh…
Itulah sifat wanita
Yang ingin selalu dimengerti..
Sembilan akal satu rasa
Ahh….ahhh…
Itulah sifat laki – laki
Yang ingin juga kau mengerti..
TAK
Tak terfikir tapi selalu terfikir
Tak merindu tapi selalu rindu
Tak terbayang tapi selalu terbayang
Yang diharapkan terkadang tak datang
Pembacaan sebelah sisi selalu dilakukan
Dengan rasa tak mau terulang kembali
Passti aka selalu hati hati
Pernahkah memekirkan orang yang selalu memikirkanmu
Bersipuh hujan tak terlihat senyumnya
Tak sedikitpun kata yang kau lontarkan
Yang membuatku mati berdiri
PILU
Kesakitan pilu
Yang kau rasakan
Tak sedikit pun kau inginkan
Pemberian ini
Terlihat ini menutupi
Menutupi senyum ini
Menahan perih sakit
Inilah musibah tak terkira
Tak terpikir begitu saja
Rasa sabar
Rasa ikhlas itu yang menggantikan senyummu
DISINI
Disini bukan pengarang
Disini menyalurkan inspirasi
Disini terbangkit kembali dengan kehadiranmu
Disini dalam posisi yang kurang baik
Disini dimulai dari sifat pendiamku
Disini penuh tanda tanya
Disini penuh kejujuran
Disini semuanya berkata
Disini hi dup seorang pemberi warna
Disini mengucapkan syukur
TULIS
Tertulis di qolbuku
Terlihat senyummu
Tak terfikir oleh ku
Begitu singkat pertemuan
Terbayang sendu guraumu
Terpikir oleh ku
Tuk mengenalmu lebih jauh
JIKA
Jika sekarang kita mencintai wanita yang tak halal buat kita
Hijrahkan rasa cinta itu kepada pencipta wanita itu
Jika sekarang kita cintakan harta berjuta billion
Hijrahkan rasa cinta itu kepada sedekah jariah yang lebih menguntungkan
Jika sekarang cinta kita kepada dunia yang lebih utama
Hijrahkan rasa cinta itu kepada cintakan akhirat
Cintailah ilahi yang kekal abadi , dan tidak mati
Jujur ku katakana padamu
Bahwa kamu yang paling mengerti
Dan takada yang lain
Bisa menggantikan mu lagi
Berulang kali telah kucoba
Membuka hatiku untuk yang lain
Namun semua berlalu
Karena cintaku hanya untukmu
Salahkah diriku yang tak bisa
Menggantikanmu dalam hatiku
Aku tlah mencoba …. Terus kumencoba
Namun tak bisa
Cinta ini untukmu
Rasa rasanya aku telah kelirumemilih engkau sebagai kekasihku
Cintaku sayangmu semu
BUTUH WAKTU
Butuh waktu untuk melupakan kamu
Hinggaku ikhlaskan kamu
Tapi kah kah kau tau
Apa yang terjadi padaku
Setelah kau putuskanku
Ternyata…
Begitu singkat kejadian itu
Tak ada saling mengerti
Kuterima..
Keputusanmu
Bukanku yang inginkan
ONE NINE NINE ONE(1991)
Satu akal Sembilan rasa
Owh…owh…
Itulah sifat wanita
Yang ingin selalu dimengerti..
Sembilan akal satu rasa
Ahh….ahhh…
Itulah sifat laki – laki
Yang ingin juga kau mengerti..
TAK
Tak terfikir tapi selalu terfikir
Tak merindu tapi selalu rindu
Tak terbayang tapi selalu terbayang
Yang diharapkan terkadang tak datang
Pembacaan sebelah sisi selalu dilakukan
Dengan rasa tak mau terulang kembali
Passti aka selalu hati hati
Pernahkah memekirkan orang yang selalu memikirkanmu
Bersipuh hujan tak terlihat senyumnya
Tak sedikitpun kata yang kau lontarkan
Yang membuatku mati berdiri
PILU
Kesakitan pilu
Yang kau rasakan
Tak sedikit pun kau inginkan
Pemberian ini
Terlihat ini menutupi
Menutupi senyum ini
Menahan perih sakit
Inilah musibah tak terkira
Tak terpikir begitu saja
Rasa sabar
Rasa ikhlas itu yang menggantikan senyummu
DISINI
Disini bukan pengarang
Disini menyalurkan inspirasi
Disini terbangkit kembali dengan kehadiranmu
Disini dalam posisi yang kurang baik
Disini dimulai dari sifat pendiamku
Disini penuh tanda tanya
Disini penuh kejujuran
Disini semuanya berkata
Disini hi dup seorang pemberi warna
Disini mengucapkan syukur
TULIS
Tertulis di qolbuku
Terlihat senyummu
Tak terfikir oleh ku
Begitu singkat pertemuan
Terbayang sendu guraumu
Terpikir oleh ku
Tuk mengenalmu lebih jauh
JIKA
Jika sekarang kita mencintai wanita yang tak halal buat kita
Hijrahkan rasa cinta itu kepada pencipta wanita itu
Jika sekarang kita cintakan harta berjuta billion
Hijrahkan rasa cinta itu kepada sedekah jariah yang lebih menguntungkan
Jika sekarang cinta kita kepada dunia yang lebih utama
Hijrahkan rasa cinta itu kepada cintakan akhirat
Cintailah ilahi yang kekal abadi , dan tidak mati
SAHABAT PENA
Sejak kejadian itu pikiranku tak karuan atau tak tenang , tak ada yang peduli dan tak ada tempat tuk mencurahkan pikiran,rasa , ataau apapun, semuanya hampir sama.
Sementara itu awalnya ku dengan merenung ku bisa tenang , tapi terasa hampa tak ada yang bisa ku tuk berdialog , seolah – olah ku orang bodoh, berbicara sendiri , kutanya angin hanya menjawab dengan hembusan sentuhan yang dingin , kutany pada pepohnan hanya menjawab dengan goyangan dedaunan dank u tanya pada awan dilangit hanya menjawab dengan kebisuan.
Tak mengerti apa yang harus kulakukan kucoba dengan cara apapun tapi tetap tak bisa hingga kini pun terasa hampa, suatu hari ku temukan yang berbeda yauti sebuah kertas entah apa yang akan kulakukan dengan sebuah kertas tersebut , kalau hanya kertas tidak akan asyk menurutku hingga ku mencari sebuah pena.
Setelah kumiliki sebuah kertas dan sebuah pena entah apa yang akan kulakukan ku berfikir sejenak apa yang harus ku lakukan dengan semua ini, ku hilang harapan kusimpan saja kertas dan pena itu, ku ingin merefreskan sejenak dengan berjalan kaki dari pada ku kebingungan dengan yang tak pasti, setelah ku bertepi di sebuah taman hatiku terasa ingin mencatat kejadian kisah , atu apapun “ sejenak pikiran ku “ aku pun tersadar dan ku tergesa – gesa pulang kerumah dan membawa sebuah kertas dan pena dann kembali lagi ke taman dank u pun mencuraht=ka nisi hatiku yang di bantu penaku tuk ku tuliskan pada sebuah kertas.
Kini ku pun tersadar suatu unek – unek atau curahan hati itu harus di curahkan tapi curahkan pada seseorang atau sesuatu yang bisa membuatmu tercurahkan , kini kutemukan dengan sahabat pena baruku tuk mencurahkan perasaan hati ku.
Sementara itu awalnya ku dengan merenung ku bisa tenang , tapi terasa hampa tak ada yang bisa ku tuk berdialog , seolah – olah ku orang bodoh, berbicara sendiri , kutanya angin hanya menjawab dengan hembusan sentuhan yang dingin , kutany pada pepohnan hanya menjawab dengan goyangan dedaunan dank u tanya pada awan dilangit hanya menjawab dengan kebisuan.
Tak mengerti apa yang harus kulakukan kucoba dengan cara apapun tapi tetap tak bisa hingga kini pun terasa hampa, suatu hari ku temukan yang berbeda yauti sebuah kertas entah apa yang akan kulakukan dengan sebuah kertas tersebut , kalau hanya kertas tidak akan asyk menurutku hingga ku mencari sebuah pena.
Setelah kumiliki sebuah kertas dan sebuah pena entah apa yang akan kulakukan ku berfikir sejenak apa yang harus ku lakukan dengan semua ini, ku hilang harapan kusimpan saja kertas dan pena itu, ku ingin merefreskan sejenak dengan berjalan kaki dari pada ku kebingungan dengan yang tak pasti, setelah ku bertepi di sebuah taman hatiku terasa ingin mencatat kejadian kisah , atu apapun “ sejenak pikiran ku “ aku pun tersadar dan ku tergesa – gesa pulang kerumah dan membawa sebuah kertas dan pena dann kembali lagi ke taman dank u pun mencuraht=ka nisi hatiku yang di bantu penaku tuk ku tuliskan pada sebuah kertas.
Kini ku pun tersadar suatu unek – unek atau curahan hati itu harus di curahkan tapi curahkan pada seseorang atau sesuatu yang bisa membuatmu tercurahkan , kini kutemukan dengan sahabat pena baruku tuk mencurahkan perasaan hati ku.
Dia Berikan Duri
Rasa rindu terobati dengan pertemuan yang sudah lama menanti,terkadang pertemuan disambut dengan hangat atau terkadang dengan dingin.
Sekian lama 4 tahun sudah yang ku tunggu – tunggu untuk bertemu dengan tambaan hati, kurangg lebih 2 minggu lagi aku akan pulang kerumahku lagi dan ingin juga menemui tambaan hatikuyang telah lama yang ditinggalkan.
Dulu sebelum aku pergi keluar kota untuk mencari pendidikan setelah lulus SMA , tapi sebelum kelulusan aku ada suatu salah pahaman dengan dambaan hatiku yang membuat ku mengintropeksi diri begitu sulitnya ku ingin jelaskan tapi begitulah yang terjadi,ku putus dengan nya.
Kini pun ku sudah 4 tahun sudah berpisah dengan nya entah dia masih mengingatku lagi entah tidak, kuselalu berdoa agar dia sehat selalu bila mana dia bukan jodohku ya mau gimana lagi ku sudah berusaha sebisaku.
2 minggu sudah , ini ku sudah berada di tempat kelaihanku rencana esok hari ku akan kerumahnya, keesokan harinya ,, tapi saying sekali ketika ku kerumahnya dia tidak ada di rumahnya dia pun sedang sekolah di luar kota dan entah kapan dia kan pulang , entah bisa ku berjumpanya lagi entah tidak dan kutanyakan dia pada orang tuanya apakah dia sudah ada yang punya ?? orang tua nya menjawab dia sudah ada yang melamar ,, sejenak ku berpikiran negative padanya.
sekarang ia sudah ada yang memiliki dan dia sudah mendapatkan yang lebih baik dariku yang tak da waktu untuknya waktu dulu, pikiranku begitu kacau dan terus tak henti memikirannya. Tapi biarlah kenapa itu uangkapan hati yang tak bisa di bohongi tapi ku harus ikhlas walaupun 4 tahun ku coba bertahan ya begini ya mau gimana lagi .
Entah beberapa hari lagi ku di tempat ini ,ku harus kembali lagi keluar kota walaupun ku teriman begitu pahit tapi beberapa bula atau hari pun pasti kan sembuh.
“JANGAN SIA – SIAKAN KEHADIRAN PENGISI HATIMU”
Sekian lama 4 tahun sudah yang ku tunggu – tunggu untuk bertemu dengan tambaan hati, kurangg lebih 2 minggu lagi aku akan pulang kerumahku lagi dan ingin juga menemui tambaan hatikuyang telah lama yang ditinggalkan.
Dulu sebelum aku pergi keluar kota untuk mencari pendidikan setelah lulus SMA , tapi sebelum kelulusan aku ada suatu salah pahaman dengan dambaan hatiku yang membuat ku mengintropeksi diri begitu sulitnya ku ingin jelaskan tapi begitulah yang terjadi,ku putus dengan nya.
Kini pun ku sudah 4 tahun sudah berpisah dengan nya entah dia masih mengingatku lagi entah tidak, kuselalu berdoa agar dia sehat selalu bila mana dia bukan jodohku ya mau gimana lagi ku sudah berusaha sebisaku.
2 minggu sudah , ini ku sudah berada di tempat kelaihanku rencana esok hari ku akan kerumahnya, keesokan harinya ,, tapi saying sekali ketika ku kerumahnya dia tidak ada di rumahnya dia pun sedang sekolah di luar kota dan entah kapan dia kan pulang , entah bisa ku berjumpanya lagi entah tidak dan kutanyakan dia pada orang tuanya apakah dia sudah ada yang punya ?? orang tua nya menjawab dia sudah ada yang melamar ,, sejenak ku berpikiran negative padanya.
sekarang ia sudah ada yang memiliki dan dia sudah mendapatkan yang lebih baik dariku yang tak da waktu untuknya waktu dulu, pikiranku begitu kacau dan terus tak henti memikirannya. Tapi biarlah kenapa itu uangkapan hati yang tak bisa di bohongi tapi ku harus ikhlas walaupun 4 tahun ku coba bertahan ya begini ya mau gimana lagi .
Entah beberapa hari lagi ku di tempat ini ,ku harus kembali lagi keluar kota walaupun ku teriman begitu pahit tapi beberapa bula atau hari pun pasti kan sembuh.
“JANGAN SIA – SIAKAN KEHADIRAN PENGISI HATIMU”
HARAPAN YANG KINI KAN HILANG
Dia kini merasakan kegundahan yang dimana dia belum menemukan bagaimana untuk menghilangkan perasaannya yang dimana hingga kini dia belum bisa melupakannya.
Kata hati berkata semangat – semangat buktikanlah bahwa dulu kau melakukan itu semua untuk bekal dimasa depan dan buktikan bahwa dirimu yang dulu tak ada waktu untuknya , itu semua untuk kesuksesan di masa depan jadi jangan sia – siakan karena hal seperti ini kau tak bisa berexspresi seperti biasa , bangkitlah dari keterpurukanmu yang membuat beban pada dirimu.
Kata hati it uterus menerus berkata pada diri ini…………….
Tapi bagaimana untuk menenangkan hati ini banyak teman –teman yang menasehati ku dengan berbagai cara , kulakukan suatu saran dari teman – teman ku satu demi satu.
Ingin ku curahkan pada teman – temanku apa yang menjadi beban pikiranku , tapi pada siapa??? Pernah kuungkapkan pada temanku tapi menjadi salah paham , dan lebih baik dia pun diam mencoba memendam sendiri saja.
Maka dari itu ku selalu memendam rasa /hati yang selalu bertanya kenapa,,siapa,,bagaimana,,yang selalu kupikirkan akan membuat ku jatuh sakit tapi tak bisa ,, tapi bagaimana….
Terkadang ku exspresikan perasaan ku pada sebuah kertas yang dimana itulah perasaan ku , tapi hanya beberapa persen (%) hati ku ini tenang . seakan ku ingin meneriakan semua pikiran hati ini di puncak terringgi .
Pengalamanku pada akhir tahun dan awal tahun ini sungguh tak kan kulupakan berbagai tragedy , kejadian baik itu yang positif maupun yang negative ku alami, senyum dalam kesedihan lah itu yang kini kurasakan entah siapa yang bisa membuatku semangat dan bangkit kembali.
Perasaan hati dan pikiranlah yang membuat ku bertahan disini walaupun kini sudah tak kuat , bagaimana caraku tuk bisa tenang, tubuh ini pun sekarang sudah lemah entah bagaimana caraku tuk seperti dulu lagi atau baru lagi , kebingungan dan selalu bertanya – tanya ?!?!?!?
Kini pun ku mersakan terus menerus atau sebentar lagi ku kan pergi tuk selamanya.
Sedikit luka di kulit atau organ tubuh diluar mungkin bisa di obati dan ada obat nya ,, tapi bagaimana bila luka itu di hati entah bisa entah tidak ataupun penyesalan pasti ada di akhir , kesempatan hanya 1 x , hanya bisa ku berusaha sampai disini.
Kata hati berkata semangat – semangat buktikanlah bahwa dulu kau melakukan itu semua untuk bekal dimasa depan dan buktikan bahwa dirimu yang dulu tak ada waktu untuknya , itu semua untuk kesuksesan di masa depan jadi jangan sia – siakan karena hal seperti ini kau tak bisa berexspresi seperti biasa , bangkitlah dari keterpurukanmu yang membuat beban pada dirimu.
Kata hati it uterus menerus berkata pada diri ini…………….
Tapi bagaimana untuk menenangkan hati ini banyak teman –teman yang menasehati ku dengan berbagai cara , kulakukan suatu saran dari teman – teman ku satu demi satu.
Ingin ku curahkan pada teman – temanku apa yang menjadi beban pikiranku , tapi pada siapa??? Pernah kuungkapkan pada temanku tapi menjadi salah paham , dan lebih baik dia pun diam mencoba memendam sendiri saja.
Maka dari itu ku selalu memendam rasa /hati yang selalu bertanya kenapa,,siapa,,bagaimana,,yang selalu kupikirkan akan membuat ku jatuh sakit tapi tak bisa ,, tapi bagaimana….
Terkadang ku exspresikan perasaan ku pada sebuah kertas yang dimana itulah perasaan ku , tapi hanya beberapa persen (%) hati ku ini tenang . seakan ku ingin meneriakan semua pikiran hati ini di puncak terringgi .
Pengalamanku pada akhir tahun dan awal tahun ini sungguh tak kan kulupakan berbagai tragedy , kejadian baik itu yang positif maupun yang negative ku alami, senyum dalam kesedihan lah itu yang kini kurasakan entah siapa yang bisa membuatku semangat dan bangkit kembali.
Perasaan hati dan pikiranlah yang membuat ku bertahan disini walaupun kini sudah tak kuat , bagaimana caraku tuk bisa tenang, tubuh ini pun sekarang sudah lemah entah bagaimana caraku tuk seperti dulu lagi atau baru lagi , kebingungan dan selalu bertanya – tanya ?!?!?!?
Kini pun ku mersakan terus menerus atau sebentar lagi ku kan pergi tuk selamanya.
Sedikit luka di kulit atau organ tubuh diluar mungkin bisa di obati dan ada obat nya ,, tapi bagaimana bila luka itu di hati entah bisa entah tidak ataupun penyesalan pasti ada di akhir , kesempatan hanya 1 x , hanya bisa ku berusaha sampai disini.
Selasa, 07 Februari 2012
it's me
hiii ....
disini ku ingin menuliskan apa yang ku alami baik dari sudut diriku atau orang lain ,,, atau temen temen ada sebuah kisah boleh masukin atau bagi bagi cerita kirim ja ke email: Moch_wira@yahoo.com ja atau ke facebook mochadvent@ymail.com ... oke !!!! di tunggu komentarnya... ;D
disini ku ingin menuliskan apa yang ku alami baik dari sudut diriku atau orang lain ,,, atau temen temen ada sebuah kisah boleh masukin atau bagi bagi cerita kirim ja ke email: Moch_wira@yahoo.com ja atau ke facebook mochadvent@ymail.com ... oke !!!! di tunggu komentarnya... ;D
Langganan:
Postingan (Atom)